http://reformata.com/02016--golput-pilpres-diprediksi-meningkat-.htmlAngka golput pada pemilu legislatif (pileg) mencapai 29,1 persen. Pada pemilu presiden nanti kecenderungan golput diprediksi meningkat. Pemicunya adalah merosotnya kepercayaan masyarakat.
"Yang mendasar itu kekecewaan pada pemimpin, partai dan sistem perwakilan yang tidak akuntabel," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit kepada detikcom, Senin (11/5/2009).
Publik kecewa karena pemimpin tidak menjelaskan setiap permasalahan namun malah saling menjelekkan.
Untuk menekan angka golput tersebut, menurut Arbi, diperlukan komunikasi politik yang efektif oleh peserta dan penyelenggara pemilu seperti KPU dan parpol.
"Komunikasi politik dapat mengubah kondisi golput itu. Komunikasi politik pertama oleh KPU, kedua parpol, dengan mengajak masyarakat membangun kepercayaan terhadap parpol. Kalau semua meyakinkan pasti dapat mengubah orang-orang yang memilih golput," imbuhnya.
Arbi mencontohkan pada Pemilu 2004 lalu tingkat golput pada pemilihan legislatif lebih tinggi dari pemilihan presiden. Tidak menutup kemungkinan hal ini terulang di Pemilu 2009.
"Pencalonan ini melelahkan, tidak ada yang bisa diprediksi, ini seperti orang mabuk. Koalisi saja susah apalagi menyelesaikan masalah ini akan lebih rumit, masyarakat akan lebih dibingungkan dan semakin tidak percaya," tutup Arbi.
Untuk menekan angka golput tersebut, menurut Arbi, diperlukan komunikasi politik yang efektif oleh peserta dan penyelenggara pemilu seperti KPU dan parpol.
"Komunikasi politik dapat mengubah kondisi golput itu. Komunikasi politik pertama oleh KPU, kedua parpol, dengan mengajak masyarakat membangun kepercayaan terhadap parpol. Kalau semua meyakinkan pasti dapat mengubah orang-orang yang memilih golput," imbuhnya.
Arbi mencontohkan pada Pemilu 2004 lalu tingkat golput pada pemilihan legislatif lebih tinggi dari pemilihan presiden. Tidak menutup kemungkinan hal ini terulang di Pemilu 2009.
"Pencalonan ini melelahkan, tidak ada yang bisa diprediksi, ini seperti orang mabuk. Koalisi saja susah apalagi menyelesaikan masalah ini akan lebih rumit, masyarakat akan lebih dibingungkan dan semakin tidak percaya," tutup Arbi.

No comments:
Post a Comment