Thursday, July 2, 2009

Mahasiswa Serukan Golput

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=27&jd=Mahasiswa+Serukan+Golput+Pilpres+2009&dn=20081028125114

KabarIndonesia
- Jombang.
Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Jombang, menggelar aksi demonstrasi di depan Kampus Universitas Darul 'Ulum Jombang, kemarin, Rabu, (28/08/2008). Dalam aksi tersebut salah satu tuntutannya mereka menyerukan untuk tidak memilih (Goput) pada Pilihan Presiden (Pilpres) 2009 mendatang. Hal itu dilakuakan karena para pengusa yang telah dipilih rakyat selama ini tidak bisa mensejahterakan rakyat.

"siap memilih untuk tidak memilih dalam pemilu 2009," ungkap para pengunjuk rasa yang tertulis dalam statement untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar yang melintas di Jalan Merdeka.

pada selebaran yang dibagikan, disamping terdapat seruan untuk Golput, juga terdapat enam item pernyataan sikap, diantaranya cabut dan batalkan UU dan peraturan yang Inkonstitusional yang tidak memihak takyat, laksanakan reforma Agraria, naikkan upah buruh, Nasionalisasi aset, sediakan pendidikan murah dan berkualitas bagi buruh, hentikan penggusuran dan penyediaan lapangan kerja bagi seluruh rakyat Indonesia.

disamping menyerukan masyarakat untuk Golput, para pengunjuk rasa juga melakukan refleksikan 80 tahun Sumpah Pemuda yang jatuh 28 Oktober. menurut Juru Bicara (Jubir) dalam aksi tersebut, Bambang mengatakan selama ini rakyat Indonesia masih dalam keterpurukan dan banyak yang kehilangan hak-haknya, disamping itu mereka (Penguasa, red) juga membuat Undang-Undang yang tidak memihak pada kepentingan Rakyat.

"Penjajahan di Indonesia masih berlanjut, buktinya masih banyak rakyat yang sengsara, maka dari itu Cabut UU atau peraturan yang tidak berpihak kepada rakyat," teriak Bambang dalam orasinya.

lebih lanjut Bam panggilan kesehariaanya mengatakan, selama ini banyak rakyat yang menderita dan kehilangan hak-haknya, peraturan yang dikeluarkan selama ini mengatasnamakan untuk kepentingan umum, padahal itu semua adalah untuk kepentingan pribadi ataupun golongan saja.

"cabut Perpres tahun 65 yang mengatasnamakan kepentingan umum,"tegasnya.

Dalam aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10 pagi itu, para pengunjuk rasa mewarnai aksinya dengan membakar Ban Mobil bekas sebagai sembolik matinya demokrasi di Indonesia. Akibatnya para pengguna jalan yang melintas dilokasi tersebut sempat terganggu. namun, hal itu tidak berlangsung lama karena mobil Pengendali Masyarakat (Dalmas) mendatangi para pengunjuk rasa dan mematikan api yang berkobar di pinggir jalan. (Zen)

No comments:

Post a Comment